Persiapan Pernikahan: My Dream Wedding Dress + Review

Wedding Dress Hunting: Rasya Shakira & by Ayu Dyah Andari

Setelah gedung dan tanggal, hal selanjutnya yang jadi pikiran saya adalah busana. Bukan catering? Catering juga sih, tapi kalau catering insya Allah banyak pilihannya dan proses pilihnya insya Allah bisa cepat. Tapi kalau busana?? Kalau nggak ada yang sreg kan harus dipertimbangkan untuk ‘dibuat sendiri’, which means akan butuh waktu banyak dan inilah yang jadi konsen saya selanjutnya.

Saya tidak mau pakai busana nikah yang mengharuskan saya pakai manset, dan nge-press di lengan. Sedangkan sebagian besar baju pernikahan yang disewakan biasanya kebaya yang modelnya see-through. Bagi yang berjilbab -macam saya- tentu harus pakai manset dalaman dan biasanya pasti ngetat di bagian tangan, jadinya kelihatan kayak sosis gitu. Jadi I said no to this kind of dress. Ada juga sih model kebaya yang bahan velvet/beludru, biasanya memang tidak see-through, tapi bagaimana lagi? That’s not the kind of wedding dress I’ve dreamed of.

Maunya sih ala-ala princess cem ni. Maunyaaa (cr: leeyanarahman)

Continue reading

Advertisements

Wedding Vendor Review: Sanusi Decoration

Dekorasi: Sanusi Decoration

Saya kenal sama dekor ini sebenarnya dari pihak NSC juga. Waktu itu lagi bingung-bingungnya cari vendor dekor yang lumayan di budget tapi tetap bisa kelihatan bagus. Sengaja nggak ambil paketan dari catering karena biasanya paketan untuk dekor tetap ada jatahnya dari catering, jadi kalau mau BM (banyak mau) juga nggak leluasa kayaknya. Makanya beberapa kali sempat nyoba datang ke wedding fair, tapi ya tau sendiri lah rata-rata vendor dekorasi yang ikutan WF harganya we o we juga. Sempat mau deal sama M(es)U Decoration karena waktu itu harga yang ditawarkan juga cukup reasonable dan mereka memang sudah cukup lama berkecimpung di dunia pernikahan di Indonesia. Lalu kenapa jadi berubah haluan, padahal vendor tersebut juga sebenernya masih rekanan dekor sama NSC? Ternyata ditambah masukan dari mbak Yoyoh NSC, aku jadi tau bahwa sebenernya Pak Sanusi (yang punya Sanusi Decoration) itu memang ‘jebolan’nya eM-eS-U jadi bisa dibilang pengalaman beliau sudah banyak, dan NSC sendiri sudah lama dan lebih nyaman koordinasi sama Pak Sanusi ketimbang sama pihak eM-eS-U nya (dikarenakan perihal pergantian management juga sih di pihak eM-eS-U-nya). Akhirnya dengan pertimbangan kemudahan koordinasi antara pihak catering dan dekor (biar mengurangi beban pikiran si capeng juga), deal lah kami dengan Sanusi Decoration.

Sempat beberapa kali ketemu Pak Sanusi untuk urusan dekor ini. Pertama ketemu untuk lihat hasil dekorasi di aktual nikahan dan briefing tanya-tanya harga. Waktu itu cukup takjub sih soalnya suka sama hasil dekorasinya di nikahan tersebut.

Ini di nikahannya siapa saya juga ga tau, hahaha.. Mbak, mas, maaf ya saya nge-crash di weddingnya.

Itu di fotonya juga cuma area entrance dan panggung musiknya. Foto lainnya saya cari-cari di hp gak ketemu.. (T^T)

Pertemuan kedua dan ketiga dengan Pak Sanusi ngobrolin tentang konsep dekorasinya nanti saya mau yang seperti apa, gimana, harga mulai berapa, dan lihat-lihat portofolionya beliau. Untuk konsep dekor dari aku sih waktu itu maunya simple classic romantic with lots of flower. Waktu itu kepengen pelaminan warna putih dan yang penuh bunga gitu di belakangnya, tapi langsung terhempas begitu tau kalo dengan konsep dekor yang saya mau itu harganya bisa jauh melampaui kemampuan budget. Akhirnya kompromi dengan tetap mau nuansa yang simple classic romantic dengan aksen bunga-bunga; dan penawaran  harga yang ditawarkan dari Pak Sanusi  pun disesuaikan dengan budget kami yang tersedia. Saya juga memilih nuansa warna utama putih, gold dan krem. Sedangkan untuk bunganya saya mengharuskan ada warna ungunya #teteuuppp…  Continue reading

Wedding Vendor Review: Nurmaya Sari Catering

Catering: Nurmaya Sari Catering (NSC)

Untuk catering, pilihan saya (dan keluarga) akhirnya jatuh ke Nurmaya Sari Catering. Sebelum-sebelumnya sih udah beberapa kali survey catering nikahan untuk sejuta umat macam PS, AC, C*terind0, dan beberapa catering rekanan Balkom juga nawarin harga dan test food tapi ujung-ujungnya ya ke Nurmaya Sari Catering juga. Awalnya sih ragu mau pakai catering ini secara kayaknya nggak cukup heboh yaa direview sama para capeng pas jaman saya survey-survey online. Tapi eh ternyata.. rupanya mereka termasuk catering yang sudah cukup lama berkiprah di dunia percateringan Indonesia. Tapi bagaimanapun juga, yang terpenting mereka juga termasuk rekanan juga sama Balkom (Jadi kalau deal  udah gak perlu pusing biaya charge lagi)

Dari Nurmaya Sari Catering sebenarnya juga menawarkan paket pernikahan lengkap termasuk dekorasi pelaminan dan area gedung, baju dan rias pengantin, entertainment (MC & hiburan). Tapi yang saya ambil akhirnya cuma catering dan entertainment-nya saja. Ya berhubung saya terlalu banyak maunya sama pilihan baju, rias dan dekorasi gedung.

Nah untuk rasa makanan, semua makanannya enak-enak (bangett!). Saya sempet coba 2 kali TF di acara real kondangan (1x sama Bapak dan 1x sama cami), dan juga sempet dateng langsung ke rumah ibu ownernya. Nah, pas di rumah bu owner NSC ini kita disuguhin cemilan gitu, kalau nggak salah ingat cemilannya itu risol. Dan ya Allaaaahh itu enak bangeeet… (padahal saya lagi nggak nafsu nyemil dan emang lagi bosen sama risol). Oh iya, ini berhubung om saya punya koneksi sama anggota keluarga yang punya si NSC ini, jadilah kita dateng ke ownernya buat sepik-sepik ngomongin penawaran harga plus minta bonus-bonus yang lumayan. Sebenernya untuk harga penawaran dari NSC juga tergolong lumayan atas, malah lebih diatas ketimbang catering sejuta capengs, PS. Tapi sebanding juga sih sama paketan dan pelayanan yang didapat. Untuk acara kami kemarin dihandle oleh mbak Yoyoh dari NSC, super helpful, tanggap, dan ramah sekali walau beberapa kali minta tuker menu dan minta nambah bonus ini-itu. Hehehe…

Untuk pelaksanaan di hari-H, so far sih kami puas atas pelayanannya. Banyak rekan kerja yang komentar makanannya kemarin enak-enak, dan para tamu juga sepertinya nggak ada yang kehabisan makanan buffet (kalau gubukan mah jangan ditanya yaa.. pasti ludes) dan masih ada makanan yang bisa dibawa pulang oleh keluarga. Oh ya satu tips untuk memastikan para undangan nggak kehabisan makanan : tunjuk beberapa orang panitia keluarga untuk handle flow out makanan dari dapur ke gubukan atau buffet. Kalau perlu catat jumlahnya, sesuaikan jumlah yang keluar sama kepadatan tamu yang ada. Terutama gubukan: jangan langsung keluarin langsung banyak, tapi lihat dari kepadatan tamu yang datang. Soalnya dari beberapa cerita yang saya dengar, nggak jarang ada oknum catering itu punya modus jumlah makanan yang dikeluarkan nggak sesuai dengan jumlah yang kita pesan (lebih sedikit). Makanya perlu ada pihak keluarga untuk handle urusan catering ini. Kan sayang toh, budget paling gede kan biasanya ada di catering, jadi nggak mau doong… rugi karena ada permainan dalam dari pihak catering? Apalagi makanan adalah yang pasti paling dinanti sama para tamu. Tapi Alhamdulillah dari Nurmayasari Catering kemarin amat sangat memuaskan, petugas juga cepat tanggap untuk handle piring-gelas yang kotor.

Penampakan dekorasi dari area pelaminan, khusus dari NSC handle area meja catering dan gubukan.

Continue reading

Wedding Vendor Review: Gedung Balai Komando Cijantung

Akhirnya nyicil bayar utang review lagi…
Dimulai dari gedung dulu kali ya…

Gedung: Balai Komando

Sebelumnya saya udah pernah share untuk pemilihan gedung final akhirnya jatuh ke Gedung Balai Komando Kopassus di Cijantung. Alasan pemilihan karena ya itu, gedungnya cukup luas, kondisi gedung baik, dari luar terlihat cukup klasik, lahan parkir juga cukup luas. Untuk persiapan sebelum acara, sebaiknya memang harus bener-bener nanya in detail ya untuk biaya-biaya tambahan yang tidak termasuk di dalam harga sewa gedung. Biaya-biaya apa aja?

1) Biaya untuk akad
Ini saya ngga terlalu paham sih definisinya gimana, tapi intinya ada biaya lebih yang harus dibayarkan kalau misalnya kita mau menyelenggarakan akad di mesjid area balkom ataupun akad di depan pelaminan di dalam gedung. Waktu saya nikahan sih biayanya sebesar 1jt rupiah.

2) Biaya charge untuk catering-dekorasi-entertainment yang tidak rekanan
Ada charge tambahan kalau misalnya kita nggak pakai catering-dekor-entertainment yang rekanan dengan mereka. Chargenya berapa? Kemarin sih saya kena charge dekor sebesar 2jt rupiah. Untungnya untuk catering dan entertainment gak kena charge lagi karena udah rekanan sama pihak gedung.

Kurang lebihnya sih biaya-biaya tambahan tersebut yang cukup bikin terkejut karena jumlahnya juga lumayan kan kalau ditotal-total.

Oke, untuk pelaksanaan di hari-H sih menurut saya cukup baik. Saya datang untuk rias itu sekitar jam 5 dan gedung sudah cukup siap dengan segala dekorasi yang ada. Jadi bisa diasumsikan bahwa pihak dekor sudah bisa masuk dan bertugas sejak malam sebelumnya (tentunya bila di gedung tidak ada acara). Ruang rias pun ada 2; untuk pengantin satu di area depan, dan satu lagi di area dekat panggung dan lebih luas untuk pihak keluarga/panitia. Untuk ruang rias pengantin sih AC-nya dingin banget ya kalo dipakai pas pagi dan cuma dipakai buat sendiri (ruang rias sengaja dipisah sama cami juga). Ah mohon maaf tapinya saya lupa foto penampakan ruang riasnya. Tapi ya cuma ruangan aja sih, perabotnya cuma meja sama gantungan baju aja. Mejanya juga bukan yang tipe pake kaca + lampu buat rias gitu sih kemarin,  beneran cuma meja doang. Kalau ruang rias yang satunya lagi baru agak terlihat kayak ruang rias gitu, alias mejanya udah meja sama kaca.

Tampilan ukuran luas gedung dari sisi pinggir pelaminan

Overall sih gedung cukup oke ya. Terlihat terawat, luas, dan bagus. Langit-langitnya juga kelihatan tinggi dan saya pribadi sih suka sekali sama lampu krystal gantungnya itu.

Tapi tetap ada yang kurang dari service balkom kemarin sih, karena kemarin pas mau selesai acara saya semacam ‘diusir’ dari atas pelaminan gitu, pas masih asik foto-foto berdua. Padahal mah baru juga lewat 5 menit dari jam 1 siang, eehhh lampu pelaminan udah dimatiin, area depan pelaminan juga udah mulai diberes-beresin gitu. Beneran kayak macam diusir deh itu. Ya kasih waktu 15 menit dikit gitu ga bisa apa ya? Hahaha ya namanya juga lagi asik diarahin gaya.. Tapi akhirnya nrimo juga, ya mungkin karena ada acara juga kali setelahnya. Hal itu sih yang bikin lumayan jelek di review gedung ini.

Sekian dulu sharingnya, semoga bermanfaat untuk para calon pengantin!

Quick Launch to Directory of #RianTikaWIN's Wedding Vendor List

 

Wedding Shoes Review: Sachlirene TFOTA

Seperti yang sudah dijanjikan, kali ini mau kasih review dan cerita-cerita sedikit lah tentang wedding shoes yang saya pakai saat nikah Januari lalu.

Jadi wedding shoes ini baru kepikiran 2 bulan sebelum hari H. Kalau ditanya wedding shoes impian mah ya maunya pakai koleksi Opa Jimmy Choo. Cuma apa daya baru bisa sebatas impian aja. Hiks.

Jimmy Choo Luna Navy Lace. (Cr: jimmychoo.com)

Jimmy Choo Luna Navy Lace. (Cr: jimmychoo.com)

Terus mulai cari-cari info dan baca-baca di forum FD (Female Daily), banyak bangeett rekomendasi-rekomendasi sepatu nikah yang cantik, nyaman, dan affordable. Setelah khatam beberapa halaman thread Wedding Shoes, rata-rata yang paling banyak diobrolin sama para ladies untuk sepatu custom ya seputar Rinathang (now Thang Shoes), Regis Bridal Shoes, Nefrin Shoes dan lumayan masih banyak lagi lah pokoknya. Brand-brand itu saya filter lagi dengan cara: check their Instagram page! Setelah dicek, awalnya tersisa hanya Rinathang dan Regis, karena saya kurang ‘klik’ aja sama model-model sepatu yang dipajang di feeds-nya Nefrin. Regis kemudian terpaksa saya lepas karena ternyata patokan harga awalnya mulai 4 juta. Hiks. Padahal model-model sepatunya udah super sreg banget di hati. Hiks. Capeng kere jadi ya mau nggak mau harus rela melepas kalau udah di atas budget banget begitu. Hiks.
Kalau Rinathang lain lagi, harga dan model-modelnya lumayan masuk budget dan masuk di hati, tapi apa daya waktu sudah agak mepet buat ke workshop dan buat bolak-balik fitting, jadilah kurelakan dia pergi.

Tapi untungnya gak seberapa lama setelah itulah saya ditemukan dengan page instagram Sachlirene (@sachlirene_tfota). Then went to their website (sachlirene.com/id), langsunglah jatuh cinta. Meskipun tetep masih ada koleksinya yang out of budget, tapi yang on budget pun banyak yang sreg di hati. Oh dan yang jadi plus poin-nya Sachlirene adalah Wonder Sole-nya yang bisa di-custom semau kita. Maksudnya dicustom itu ya bisa di-engrave dengan tulisan tanggal pernikahan maupun wedding quote favorit atau tulisan apapun itu (yang panjangnya semuat sol sepatunya aja sih yaa).

My customized Sachlirene Wonder Sole

My customized Sachlirene Wonder Sole

Continue reading

#RianTikaWIN’s Wedding Vendor List

Ehem
Ok

Jadi, maksud hati dari dulu itu inginnya perjalanan persiapan pernikahan dibuatkan semacam catatan jurnalnya.
Tapi yang namanya maksud itu akhirnya kandas terbentur kemalasan dan segala kehebohan dari si persiapan pernikahan itu sendiri.
Jadi lebih baik diposting terlambat daripada tidak ada sama sekali bukan?

So here we go,

Venue: Balai Komando Kopassus, Cijantung – Jakarta Timur,   [Review]
Catering: Nurmaya Sari Catering
Dekorasi: Sanusi Dekor
Rias dan Busana Akad: Diamond Wedding Service
Busana Resepsi: Ayu Dyah Andari (Bride) ; Gentleman Tailor Bukittinggi (Groom)
Henna: Ima Habsyi
Nailart: Glowing Nailart
Photography: Derzia Photolab
Bride Wedding Shoes: Sachlirene
Entertainment (MC and Music for Reception): Kartika Entertainment
Marawis Performance for Kirab (yes we had a marawis at our wedding! XD): Majlis Ta’lim Al-Iffah Pd. Gede, Bekasi

Secara garis besar, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh vendor yang sudah terlibat dalam acara pernikahan saya kemarin. Detail review per vendor insya Allah akan segera dirampungkan supaya bisa dishare ke para pembaca blog sekalian. Happy lurking ^^

Persiapan Pernikahan: Pemilihan Gedung

Persiapan pernikahan.
Ngeri banget euy nulis judulnya.
Tapi akhirnya saya kesampaian juga merasakan tahapan ini dan bersyukur banget banget sama Allah SWT sudah diberikan kesempatan yang seperti ini. *Serasa #수상소감 kepada pemirsa*

Baiklah, skip the bacots dan mulai sharing-nya aja.
Setelah resmi dikhitbah 8 Juli lalu (3 Syawal 1437 H), akhirnya saya dan bapak gerak cepat cari gedung. Sebenarnya gampang-gampang susah juga sih cari gedung, tapi yang terpenting syarat utama gedung harus yang jaraknya tidak jauh dari rumah kami di Depok dan aksesnya mudah. Ini semua mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu juga, yang masih sulit jika beliau dibawa perjalanan panjang (mempertimbangkan kemacetan di daerah ibukota dan sekitarnya). Sayangnya, gedung atau tempat-tempat di Depok yang biasanya dijadikan tempat resepsi pernikahan rasa-rasanya masih tidak memadai dari segi fasilitas, entah itu kapasitas gedung atau lahan parkir yang terlalu sempit. Jadi ya.. saya pun sama sekali gak melirik gedung-gedung di Depok, sehingga pada akhirnya kami dapat dua kandidat: Gedung Balai Komando Cijantung, dan Gedung ANTAM.

Sebelum dilamar pun, saya sebenarnya sudah pernah lihat-lihat Gedung Balai Komando Cijantung (dan bahkan sudah booking tanggal! hahaha). Gedungnya bagus, dari luar terlihat klasik, area parkirnya cukup luas, lokasinya juga cukup oke, dekat dari akses tol JORR dan berada di kompleks militer, jadi cukup berasa ‘eksklusif’nya. Dalam gedungnya sendiri saya cukup dibuat lega karena memang luasss… Serasa ada di dalam Balairung UI versi mini kali ya. Hehe… Cukup untuk kapasitas kurang lebih 1200 orang. Mungkin ini ya yang dinamakan love at the first sight karena setelah selesai lihat-lihat si gedung Balkom ini, saya sudah ga terlalu minat lagi sama gedung ANTAM. Berdasarkan kondangan-kondangan sebelumnya, menurut pribadi sih (dan masukan dari calon juga) ANTAM masih kurang luas dibanding Balkom. Jadi… bye ANTAM.

Btw mari kita lihat penampakan isi gedung Balkom yang sempat saya abadikan waktu lihat-lihat kemarin. Continue reading