Wedding Shoes Review: Sachlirene TFOTA

Seperti yang sudah dijanjikan, kali ini mau kasih review dan cerita-cerita sedikit lah tentang wedding shoes yang saya pakai saat nikah Januari lalu.

Jadi wedding shoes ini baru kepikiran 2 bulan sebelum hari H. Kalau ditanya wedding shoes impian mah ya maunya pakai koleksi Opa Jimmy Choo. Cuma apa daya baru bisa sebatas impian aja. Hiks.

Jimmy Choo Luna Navy Lace. (Cr: jimmychoo.com)

Jimmy Choo Luna Navy Lace. (Cr: jimmychoo.com)

Terus mulai cari-cari info dan baca-baca di forum FD (Female Daily), banyak bangeett rekomendasi-rekomendasi sepatu nikah yang cantik, nyaman, dan affordable. Setelah khatam beberapa halaman thread Wedding Shoes, rata-rata yang paling banyak diobrolin sama para ladies untuk sepatu custom ya seputar Rinathang (now Thang Shoes), Regis Bridal Shoes, Nefrin Shoes dan lumayan masih banyak lagi lah pokoknya. Brand-brand itu saya filter lagi dengan cara: check their Instagram page! Setelah dicek, awalnya tersisa hanya Rinathang dan Regis, karena saya kurang ‘klik’ aja sama model-model sepatu yang dipajang di feeds-nya Nefrin. Regis kemudian terpaksa saya lepas karena ternyata patokan harga awalnya mulai 4 juta. Hiks. Padahal model-model sepatunya udah super sreg banget di hati. Hiks. Capeng kere jadi ya mau nggak mau harus rela melepas kalau udah di atas budget banget begitu. Hiks.
Kalau Rinathang lain lagi, harga dan model-modelnya lumayan masuk budget dan masuk di hati, tapi apa daya waktu sudah agak mepet buat ke workshop dan buat bolak-balik fitting, jadilah kurelakan dia pergi.

Tapi untungnya gak seberapa lama setelah itulah saya ditemukan dengan page instagram Sachlirene (@sachlirene_tfota). Then went to their website (sachlirene.com/id), langsunglah jatuh cinta. Meskipun tetep masih ada koleksinya yang out of budget, tapi yang on budget pun banyak yang sreg di hati. Oh dan yang jadi plus poin-nya Sachlirene adalah Wonder Sole-nya yang bisa di-custom semau kita. Maksudnya dicustom itu ya bisa di-engrave dengan tulisan tanggal pernikahan maupun wedding quote favorit atau tulisan apapun itu (yang panjangnya semuat sol sepatunya aja sih yaa).

My customized Sachlirene Wonder Sole

My customized Sachlirene Wonder Sole

Continue reading

Advertisements

#RianTikaWIN’s Wedding Vendor List

Ehem
Ok

Jadi, maksud hati dari dulu itu inginnya perjalanan persiapan pernikahan dibuatkan semacam catatan jurnalnya.
Tapi yang namanya maksud itu akhirnya kandas terbentur kemalasan dan segala kehebohan dari si persiapan pernikahan itu sendiri.
Jadi lebih baik diposting terlambat daripada tidak ada sama sekali bukan?

So here we go,

Venue: Balai Komando Kopassus, Cijantung – Jakarta Timur
Catering: Nurmaya Sari Catering
Dekorasi: Sanusi Dekor
Rias dan Busana Akad: Diamond Wedding Service
Busana Resepsi: Ayu Dyah Andari (Bride) ; Gentleman Tailor Bukittinggi (Groom)
Henna: Ima Habsyi
Nailart: Glowing Nailart
Photography: Derzia Photolab
Bride Wedding Shoes: Sachlirene
Entertainment (MC and Music for Reception): Kartika Entertainment
Marawis Performance for Kirab (yes we had a marawis at our wedding! XD): Majlis Ta’lim Al-Iffah Pd. Gede, Bekasi

Secara garis besar, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh vendor yang sudah terlibat dalam acara pernikahan saya kemarin. Detail review per vendor insya Allah akan segera dirampungkan supaya bisa dishare ke para pembaca blog sekalian. Happy lurking ^^

Persiapan Pernikahan: Pemilihan Gedung

Persiapan pernikahan.
Ngeri banget euy nulis judulnya.
Tapi akhirnya saya kesampaian juga merasakan tahapan ini dan bersyukur banget banget sama Allah SWT sudah diberikan kesempatan yang seperti ini. *Serasa #수상소감 kepada pemirsa*

Baiklah, skip the bacots dan mulai sharing-nya aja.
Setelah resmi dikhitbah 8 Juli lalu (3 Syawal 1437 H), akhirnya saya dan bapak gerak cepat cari gedung. Sebenarnya gampang-gampang susah juga sih cari gedung, tapi yang terpenting syarat utama gedung harus yang jaraknya tidak jauh dari rumah kami di Depok dan aksesnya mudah. Ini semua mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu juga, yang masih sulit jika beliau dibawa perjalanan panjang (mempertimbangkan kemacetan di daerah ibukota dan sekitarnya). Sayangnya, gedung atau tempat-tempat di Depok yang biasanya dijadikan tempat resepsi pernikahan rasa-rasanya masih tidak memadai dari segi fasilitas, entah itu kapasitas gedung atau lahan parkir yang terlalu sempit. Jadi ya.. saya pun sama sekali gak melirik gedung-gedung di Depok, sehingga pada akhirnya kami dapat dua kandidat: Gedung Balai Komando Cijantung, dan Gedung ANTAM.

Sebelum dilamar pun, saya sebenarnya sudah pernah lihat-lihat Gedung Balai Komando Cijantung (dan bahkan sudah booking tanggal! hahaha). Gedungnya bagus, dari luar terlihat klasik, area parkirnya cukup luas, lokasinya juga cukup oke, dekat dari akses tol JORR dan berada di kompleks militer, jadi cukup berasa ‘eksklusif’nya. Dalam gedungnya sendiri saya cukup dibuat lega karena memang luasss… Serasa ada di dalam Balairung UI versi mini kali ya. Hehe… Cukup untuk kapasitas kurang lebih 1200 orang. Mungkin ini ya yang dinamakan love at the first sight karena setelah selesai lihat-lihat si gedung Balkom ini, saya sudah ga terlalu minat lagi sama gedung ANTAM. Berdasarkan kondangan-kondangan sebelumnya, menurut pribadi sih (dan masukan dari calon juga) ANTAM masih kurang luas dibanding Balkom. Jadi… bye ANTAM.

Btw mari kita lihat penampakan isi gedung Balkom yang sempat saya abadikan waktu lihat-lihat kemarin. Continue reading

Reading Experience: Harry Potter and The Cursed Child

Inget banget pertama kali baca pengumuman bahwa J.K Rowling akan rilis buku sekuel terbaru Harry Potter itu pas bulan Februari, terus langsung heboh-heboh sendiri, ngecek kebenaran beritanya karena takutnya cuma HOAX; dan akhirnya setelah benar-benar teryakinkan, barulah bisa ikut beneran excited dan tanpa ba-bi-bu langsung ikutan PO dari Periplus (lumayan, diskon 20% booo). Sempet drama juga sih menanti bukunya buat sampai di tangan, soalnya pake acara ketahan lama pula di kurir TIKI-nya. Tapi pada akhirnya semua berakhir manis karena buku Harry Potter and The Cursed Child ini akhirnya sampai di pelukan.HPANTCC

No synopsis here just pure fangirling. Probably a little bit spoiler included Continue reading

Balada Sakit Gigi dan RS Krakatau Medika

Kalau menurut lagu sakit giginya Almarhum Meggy Z, katanya masih lebih mending sakit gigi daripada sakit hati.
Tapi buat saya saat ini, dibanding sakit hati yang pernah saya alami kemarin-kemarin, sakit gigi kali ini lebih menyiksa berpuluh-puluh kali!!

Sudah tepat seminggu sejak gigi geraham atas sebelah kanan ini nyut-nyut. Awalnya cuma berasa gatal sekali-kali dan Sabtu minggu lalu baru berasa sakitnya sampai ke kepala. Setelah lapor ke mbeb-ssi, langsung disaranin minum Cataflam buat meredakan sakitnya. Si Cataflam ini memang obat anti nyeri sih, dan efeknya juga cukup cepat menghilangkan sakit nyut-nyut di gigi yang terasa sebelumnya, meskipun cuma sementara. Beli di apotik dekat komplek rumah di Depok sebutir harganya Rp 9,000.-, di apotik Kimia Farma Cilegon cuma Rp 71,500.- untuk 10 butir (bukan promosi). Setelah minum obat dan bisa mikir kenapa gigi geraham atas kanan ini bisa sakit, saya sok-sok menduga bahwa tambalan gigi tersebut lepas. Padahal baru April lalu sempat ke dokter gigi dan minta untuk ditambal. Sekarang entah lubang di giginya yang membesar atau memang tambalannya yang kurang oke waktu itu.

Berhubung sadar sakitnya sudah hari Sabtu malam dan pastinya akan jarang sekali dokter Poli Gigi yang bertugas di waktu-waktu itu, akhirnya saya menahan diri dan minta rekomendasi dokter gigi Cilegon yang kinerjanya cukup oke dari rekan-rekan kerja saya di Cilegon. Okelah saya lalu dapat nama dokternya, bisa untuk ditemui di klinik Bona Medika dan juga buka praktik di RS Krakatau Medika Cilegon. Dari teman saya yang pernah berobat ke dokter tersebut merekomendasikan untuk bertemu dan berobat di klinik saja karena lebih privat dan antriannya tidak sebanyak di rumah sakit. Tapi setelah saya kontak ke kliniknya, saya harus buat appointment terlebih dahulu, meninggalkan nama, alamat dan no. telpon untuk kemudian dihubungi kembali oleh asistennya. Kemudian saya pikir karena ini sakitnya udah gak bisa ditunda-tunda lagi, dan masa masih harus menunggu ketidakpastian untuk ditelpon dari pihak kliniknya, saya akhirnya memutuskan untuk ke RS tempat beliau praktik saja. Continue reading

Dorama: Kyou wa Kaisha Yasumimasu (I’m Taking a Day Off)

 

Kyou wa Kaisha Yasumimasu

Keinginan buat nonton dorama satu ini awalnya dari liat iklannya di GEM channel. Yang main si Ayase Haruka, salah satu aktris Jepang yang jadi favorit saya, dan sekilas dramanya bertemakan office romance gitu… setidaknya itu yang saya simpulkan selepas lihat iklannya di TV. Berhubung cuma ada waktu nonton TV pas weekend dan di kosan juga gak ada TV, akhirnya langsung kontak Mia buat minta download-in dramanya. You da best gurl. Dan apparently setelah ubek-ubek google ternyata memang adaptasi dari manga juga drama ini.

take-the-day-off-work-today-kyou-wa-kaisha-yasumimasu.32739

Memang betul dugaan bahwa temanya seputar office romance (hipotesis diambil dari judul drama, teaser, dan bukan contekan dari wiki drama 😛) PLUS waktu awal nonton ada kecenderungan deja vu dengan Hotaru no Hikari dan Last Cinderella. Kalau untuk dejavu dengan Hotaru no Hikari, mungkin karena yang main sama-sama Ayase Haruka, tema office romance, heroine yang sama-sama clueless dengan hadirnya ‘romance’ di kehidupan mereka, love interest yang berusia lebih muda a.k.a berondong, adanya romance advisor yang usianya lebih dewasa dari heroine tapi ada kecenderungan untuk jadi love interest juga (HtH: Buchou; Day off: Asao-san). Kalau dari segi Last Cinderella sih, paling cuma sebatas tokoh utama cowoknya yang jauh lebih muda daripada si tokoh ceweknya. Sisanya ya beda. Cuma yaa ternyata banyak juga faktor-faktor yang bikin saya deja vu ya.

Faktor terbesar yang jadi pendorong saya menonton dorama ini hanyalah jajaran artisnya. Hallooo ada Ayase Haruka dan Chiaki Senpai Tamaki Hiroshi. Dari sisi cerita cukup ngebosenin, dan alurnya memang lama. Konfliknya juga predictable, dan isi ceritanya cuma relatable sama judulnya 2x sepanjang drama ini berjalan, alias si tokoh utama cewek cuma ambil cuti 2x saja selama 10 episode! Lah tak pikir kan dia bakal ambil cuti sekali tiap episode gitu ya, namanya juga menyesuaikan dengan judul. Kritik lainnya, karakter-karakter sampingan kurang diberikan slot yang memadai, terutama Asao-san! Menurut saya pribadi, Asao-san ini punya potensi lebih buat jadi tokoh cowok kedua yang bisa bikin penonton rooting for him, asalkan kemunculan di tiap episode konsisten dan lebih intens, tapi oh tetapi… doi hanya muncul mendadak intens di 2 episode terakhir? Yang kesannya terlalu disodorin mendadak buat Hanae. Jadi yaa mau rooting dan support buat dia pun kayaknya susah dan tetep maunya ke Tanokura.

Pada akhirnya, Kyou wa Kaisha Yasumimasu memang tidak begitu meninggalkan impact berarti, dan kurang bikin excited juga selama menontonnya. But Ayase Haruka still looks cute in my eyes. (^^)v

Ifthar on the Road Ramadhan 1437 H

“The best charity is that given in Ramadhan.”

Alhamdulillah tahun ini masih bisa ikut berpartisipasi bagi-bagi takjil dalam acara Ifthar on the road yang dikoordinir bareng grup liqo’ Jannah Generation. Grup liqo kami ini memang setiap Ramadhan maunya bikin semacam acara sosial. Acara ifthar on the road ini alhamdulillah sudah terlaksana dari tahun kemarin. Seru banget mulai dari tahap niat, perencanaan sampai eksekusi acaranya. Yaa.. meskipun baru dimulai dari tahun 2015 lalu, tapi Insya Allah akan berlanjut ke depannya. Amiinn…

Dilatarbelakangi dengan beberapa curhatan para anggota yang cukup sering mengalami pahit dan susahnya berbuka (cari takjil) saat terjebak di kemacetan jalan wilayah sekitar ibukota, juga atas dasar hadits Rasulullah “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR. Tirmidzi) jadilah kita pilih tema bagi-bagi takjil atau yang bahasa kerennya ifthar on the road . Acara bagi-bagi takjil ini dilaksanakan di sekitar tempat domisili kami, Depok-Jawa Barat.

Akhirnya setelah menetapkan niat dan tujuan, dimulailah perencanaan program kami kali ini. Awalnya cuma dibahas via WA, ngobrol awal tentang desain poster yang akan disebar ke grup-grup instant messenger masing-masing untuk diajak jadi donatur ataupun ikutan langsung membantu pas acaranya. Kemudian rapat pertama dan terakhir akhirnya dilaksanakan setelah selesai acara liqo’ tanggal 11 Juni 2016, dimana diobrolin-lah itu seputar kekurangan-kekurangan tahun lalu. Disini dapatlah ide buat bikin bando promosi bertuliskan ‘free takjil’. Jadi karena tahun lalu itu banyak yang justru curiga pas tiba-tiba dikasih takjil sama kami, mungkin disangka ‘dagang’ kali ya nawar-nawarin makanan sama minuman gitu, makanya si bando ini dibuat biar jadi ‘self-promotion’ juga kalau makanan dan minuman yang dibagikan itu gratis tis tiss… Bandonya sendiri kita pesan via online biar gak repot bikin-bikin lagi buang-buang tenaga dan waktu.

IMG-20160618-WA0040

Beberapa item takjil yang muat di tangan. (Photo Courtesy by @masyithamutiara)

 

Continue reading