Big Adventure: Singapore Year End Trip 2015 (Part 1)

Alhamdulillah tahun 2015 kemarin dikasih cukup kesempatan sama Allah buat travel ke 2 negara, Jepang dan Singapura. Iya, dikasih cukup rezeki dan kesehatan buat bisa jalan-jalan sambil belajar sekaligus bersyukur #EYAAAAAA. Ya gimana nggak bakal belajar dan bersyukur coba kalau sepanjang perjalanan berhasil dibuat kagum sama negara yang lagi dikunjungi. 2015 lalu alhamdulillah sudah berhasil menginjakkan kaki di dua negara yakni Jepang dan Singapura. Well buat Jepang mah karena memang udah jadi negeri impian sejak jaman kecil, perjalanan nge-trip kesana pun juga sangat memorable sekali. Malah terkadang serasa homesick gitu kalo tetiba keingetan.

My rabuu Gundam-kun

My rabuu Gundam-kun (Tokyo Throwback)

Buat jalan ke Singapura aku ambil cuti 4 hari, berangkat dari tanggal 28 Desember terus pulang lagi ke Indonesianya tanggal 1 Januari 2016. Iya, sengaja banget milih tanggal segitu biar refreshing cuti panjaaaanngg hahaha…

Hari pertama sampe Singapore sekitar jam setengah 3 sore waktu setempat dan langsung beli Singapore Tourist Pass di Ticket Office SMRT yang ada di stasiun MRT Changi Airport. Singapore Tourist Pass ini berguna banget buat bisa naik MRT/city bus sepuasnya. Hari pertama ini aku beli Pass 3 Days seharga 30 SGD (harganya 20 SGD+deposit kartu 10 SGD). Iya, aku pake STP soalnya biar enak aja gitu nggak usah ribet top up dan memang kayaknya akan banyak banget naik kereta (lumayan banget hemat tenaga dan ga perlu jalan panas-panasan). Tapi kalau memang tipe ngetripnya akan lebih banyak jalan kaki buat akses ke banyak tempat, STP ini bisa diganti aja dengan kartu eZ link (semacam e-money card) jadi tinggal isi sebanyak yang diperlukan, siapa tau biayanya akan lebih sedikit dari 30 SGD jadi bisa lebih hemat.

Singapore Tourist Pass (Photo Credit: wisatasingapura.web.id)

Singapore Tourist Pass
(Photo Credit: wisatasingapura.web.id)

Setelah berhasil beli STP, langsung menuju ke guesthouse tujuan yang ada di Lavender. Nama guesthouse kali ini yaitu Fisher BnB, berjarak sekitar 5 menitan jalan kaki dari exit B Lavender station. Nah disini nii aku sempet salah exit karena lupa nginget direction yang pernah dikasih tau dari staf BnB-nya. Karena masih nyasar juga setelah nanya arah ke penduduk setempat, mampir dulu ke Sevel beli SIM Card buat aktifin internet. Harga SIM Card-nya cuma 15 SGD dari SingTel untuk internet local data 100GB (puas puasin deh tuh internetan, ini bisa dipake bareng juga via mobile hotspot buat ramean, secara… 100GB buat 5 hari doang.. hahaha). Nah, kalo misalnya stay lebih lama dari 5 hari, katanya sih lebih rekomendid pake StarHub karena cardnya valid kurang lebih sampai 19 harian gitu. Soalnya kalo Hi!Tourist-nya SingTel cuma valid 5 hari aja.

Tinggal potek cardnya sesuai ukuran makro, mikro atau nano.

Photo Credit: http://www.bugi.tw

Abis beli SIM Card dan sekalian nanya jalan, sampailah kami di FIsher BnB. Bagi yang tripnya on budget, penginapan ini bisa dijadikan pilihan untuk menginap karena harganya yang affordable (female dorm 152 SGD untuk 4 malam, dorm campuran 144 untuk 4 malam), kondisi penginapannya super bersih (iya, kaos kaki aku aja stay clean banget meski dipake keliling tu hostel tanpa alas kaki), sarapan gratis nan enaak, lokasi penginapan yang super strategis (5 menit jalan kaki dari Lavender station, 10 menit dari Farrer Park station, foodcourt 24 jam di seberang penginapan, mini market di samping kiri, plus cuma 5 menit jalan kaki ke Mustafa Center yang super terkenal itu). Recommended sekali buat liburan murah dan meriah lah. 4 thumbs up! Jangan lupa sisihin budget 20 SGD per orang untuk deposit kunci (electronic key gitu). Uangnya akan dibalikin utuh kalau kunci ini kita serahkan juga pas check-out. Si 20 SGD ini dikasih pas check in dan bisa bentuk cash atau via CC (akan di-hold gitu penagihannya). Karena duit cash takut nggak cukup, kemarin pake CC deh buat deposit (haaa thank God aku bawa CC T_T)

20151229_211343

Tampak luar hostel, Fisher BnB.

Setelah istirahat sebentar, aku dan si Aby pengen cari makanan dulu sebelum kita nge-gahol ke Orchard (beuuuhhh nyampe-nyampe udah belagu aja ke orchard, padahal bayar deposit key 20 dolar aja kaga sanggup cash tadi. hahaha). Kita akhirnya mutusin makan di Tekka Centre Little India (karena dapet rekomendasi dari staf BnB-nya pas kami check-in tadi), sekaligus buat liat-liat area Little India sebentar sebelum lanjut ke Orchard. Jaraknya dari stasiun Little India deket banget. Tinggal ikut petunjuk arah yang ada di stasiun untuk exit terdekat menuju Tekka Centre. Begitu sampai di lokasi, bau bau masakan kambing, kari dan sejenisnya mulai hinggap di hidung. Mayoritas masakan yang ditawarkan adalah masakan Cina, India, Melayu. Karena ragu sama masakan Cina, aku dan Aby akhirnya mesen masakan India.

Mutton Soup, Iced Tea, Chicken Curry Rice + Omelette (Tekka Centre, Little India)

Mutton Soup, Iced Tea, Chicken Curry Rice + Omelette (Tekka Centre, Little India)

Aku pesen mutton soup alias gulai domba plus rotinya seharga 5 dolar, si Abi pesen chicken curry rice plus omelette alias nasi kari ayam plus telor dadar seharga 5 dolar juga. Untuk minum, kita berdua pesan Iced Tea. We have no idea that Singaporean’s definition of tea and coffee is different from what we have in Indonesia. Jadilah di otak kami ngebayangin es teh yang beneran cuma teh dan gula, pas dihidangkan di meja malah datengnya teh susu ala teh tarik. TAAAAPIIII entah kenapa pas minumnya itu serasa nikmat banget meeeennn sensasinya. Iced tea dibanderol 1.3 dolar. Karena enak, jadilah si Iced Tea ini satu-satunya minuman yang aku pesen tiap kali makan di food centre di Singapore.

Kenyang, lanjutlah lagi perjalanan buat ke Orchard Road yang terkenal itu. Kami lewat stasiun Little India dan turun di stasiun Dhobby Ghaut. Dan tentang stasiun, entah kenapa saya suka sekali kalau jalan di stasiun yang bersih nan rapi seperti di Singapur ini. Bismillah semoga Indonesia bisa segera menyusul punya stasiun yang selalu bersih seperti ini. Amin…

Little India Station, Singapore

Little India Station, Singapore

Sesampainya di Dhobby Ghaut, tinggal jalan cari Exit ke arah Orchard, dan jalan deh menyusuri Orchard Road. Karena pas dateng ke sana bertepatan pas waktu-waktu perayaan natal dan tahun baru, jadilah Orchard Road pas malam banyak dihiasi sama lampu-lampu yang cantik.

20151228_195157

Orchard Road Light Illumination

Orchard Road Light Illumination

Perjalanan kami pun berakhir setelah ketemu sama Orchard MRT Stasiun dan kembali lagi naik MRT sampai ke Farrer Park Station. Dari situ jalan kaki lagi dan mampir sebentar ke Mustafa Centre buat beli air botolan untuk bisa direfill pas jalan-jalan di hari-hari selanjutnya. Sebotol air minum ukuran 500ml atau 600ml harganya sekitar 1.5 SGD di Mustafa Centre. Ya lumayan lebih murah laahh daripada pas liat di Sevel Orchard, harga aqua (ya, Aqua yang 600ml itu) harganya 2.7 SGD!!! Selesai beli air minum dan kembali ke hostel, berakhirlah perjalanan hari pertama di negeri Singa. Waktunya persiapan untuk jalan-jalan besok ke Jurong Bird Park dan yang lainnya~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s