Big Adventure: Singapore Year End Trip 2015 (Part 2)

Warning: Long Post, but if you’d like to read ’em, go on~

Hari ke-2

Hari kedua waktunya jalan-jalan ke Jurong Bird Park~!

Dari penginapan berangkat naik dari stasiun Lavender ke stasiun Boon Lay buat ke Jurong Bird Park. Dari stasiun Boon Lay lalu ambil exit D, jalan menuju bus interchange lewat mall yang ada di sebelah stasiun. Di bus interchange naik bis nomor 194. Dimana harus naiknya itu tinggal ikutin petunjuk arah yang ada aja. Super gampang banget buat turis! That’s a thing I love on traveling to a developed country. They make your travel easy.

Taking the city bus! Seandainya di Indonesia bisa segeraaa seperti ini

Taking the city bus! Seandainya di Indonesia bisa segeraaa seperti ini. Dalam bis rapi dan bisa dapat tempat duduk

Gerbang utama Jurong Bird Park, setelah turun dari city bus

Gerbang utama Jurong Bird Park, setelah turun dari city bus

20151229_112843

Time to reduce that cheek fat

The biggest penguin is ME

The biggest penguin is ME

Emperor Penguin-san!

Emperor Penguin-san!

Kolam Pelikan

Fix keliatan lebar banget.

Kolam Burung Pelikan

Kolam Burung Pelikan

Pelikan ukuran BESAR

Pelikan ukuran BESAR

20151229_122248

I swear burung pelikan disini ukurannya gede-gede banget

20151229_122837

Pokoknya tukang jagain eijke selama di Singapur.

20151229_125159

Rebus telur burung onta (ostrich) butuh waktu 45 menit sampai matang. Lamaaa

Rebus telur burung onta (ostrich) butuh waktu 45 menit sampai matang. Lamaaa

20151229_125351

Telor BESAR punya si burung onta

Telor BESAR punya si burung onta

Pink Flamingo cantik

Pink Flamingo cantik

Jurong Bird Park selesaaaii!!!

Jurong Bird Park selesaaaii!!!

Jenis penguin terfavorit!

Jenis penguin terfavorit!

Penguin Cost at Jurong Bird Park

Penguin Cost at Jurong Bird Park

Sumpah deeehh penguin-penguin iniii bisa banget tahan pose aneh-aneh dalam waktu cukup lama, bikin mikir ‘ini penguinnya penguin manekin ya?’ karena mereka bisa diam mematung aja gitu, gak bergerak.

Tapi sebenernya selama jalan-jalan di Bird Park ini ada rasa kasihan juga yang muncul. Kasihan ngeliat burung-burung itu bagai terkurung di satu kandang yang ukurannya gak seberapa dibanding kalau mereka dilepas di alam bebas. Tapi kalau pun mereka di alam bebas, mungkin juga mereka akan lebih cepat punah karena pasti ada saja manusia-manusia gak bertanggung jawab yang memburu mereka. Semoga setidaknya dengan mereka ada di Bird Park ini, kelangsungan hidup mereka terjamin, tidak terzalimi oleh manajemen Bird Park, dan mendapat pahala karena telah menghibur banyak para pengunjung. Amiiinnn…. ( paragraf baper)

Secara keseluruhan Jurong Bird Park ini terawat dengan baik dan terlihat bersih. Cuma di beberapa area memang masih tercium aroma-aroma kurang sedap khas unggas. Kalau di area pelikan sih bau amis ikan kecium banget. Keseluruhan area park-nya juga cukup luas. Setidaknya 2-3 jam bisa dihabiskan buat keliling dan foto-foto berbagai jenis burung di Bird Park ini.

Entry fee kalau beli langsung di lokasi 33 SGD, tapi kemarin aku berhasil dapet murah dengan harga cuma 21 SGD aja lewat Go-Amora YEAYY. Tapi ternyata kata rekan kerjaku, ada lagi tempat yang jual tiket atraksi lebih murah di area Chinatown, cuma lupa nanya tempat pastinya ada dimana. Hahaha

20151229_135600

Puas jalan-jalan di Bird Park dan lapar pun menerjang, pemberhentian selanjutnya adalah Lau Pa Sat! Kabarnya sih makan disini murah dan enak, jadi bela-belain deh nyobain. Kalau dari stasiun Boon Lay, transit dulu di Outram Park, ambil jalur North East ke arah Chinatown, dari Chinatown naik jalur Downtown ke Telok Ayer. Dari stasiun Telok Ayer kita pun jalan sampai ketemulah si Lau Pa Sat ini.

Telok Ayer Market, Lau Pa Sat

Telok Ayer Market, Lau Pa Sat

Lunch menu: Laksa dan Hainan Rice Chicken

Lunch menu: Laksa dan Hainan Rice Chicken

Untuk makan hari ke-2 di Lau Pa Sat ini, harganya lebih sedikit murah dibanding di Tekka Centre kemarin dan rasanya juga nikmat, pas di lidah (Apa karena laper ya jadi terasa nikmat). Kalau gak salah ingat, semangkok Laksa dibanderol 4.50 SGD (laksanya enaaaaaaaak), Hainan Rice Chicken 4.00 SGD

20151229_154528

Counter tempat beli lunchnya

Untuk hari kedua ini rencananya pengen ke banyak tempat. Sayangnya kita terlambat start up dr hostel dan keasikan main di Bird Park. Jalan ke Little India pun batal dan Chinatown pun keundur sampai hari ke-4.

Tempat cuci piringnya pun dipisah antara yang halal dan yang haram.

Tempat cuci piringnya pun dipisah antara yang halal dan yang haram.

Broadway Food Court di depan penginapan

Broadway Food Court di depan penginapan

20151229_204342

Broadway food court ini akhirnya jadi tempat makan favorit aku dan Aby. Secara tinggal nyebrang aja dari depan hostel dan buka 24 jam. Selesai acara tahun baruan pun kita tetep makan disini karena gak kedapetan tempat makan di Makansutra Gluttony Bay deket Marina Bay, area pesta malam pergantian tahun. Oh iya, makanan yang paling sering kita makan disini: Paket Nasi Lemak dengan ayam goreng dan telur ceplok seharga SGD 2.50. Hahaha paling murah dan paling pas di lidah juga sih soalnya. Kan… jadi kangen pengen icip-icip Nasi Lemak lagi..

Hari ke-3

Hari ketiga ini waktunya main ke Sentosa dan Merlion Park.

Tujuan pertama di hari ketiga ini ya Sentosa Island, sebuah pulau yang letaknya terpisah dari daratan kota Singapura yang terasa padat dan kaku. Ibaratnya, pulau Sentosa ini adalah tempat khusus bagi orang-orang buat ngerasa bahagia, having fun dengan banyak atraksi-atraksi menarik yang ditawarkan di sepanjang pulau, you name it: Universal Studio Singapore (USS), Madame Tussauds, Trick Eye Museum, S.E.A Aquarium, Sentosa Merlion, dan beberapa area pantainya (Palawan, Siloso Beach). Rute umum untuk ke Pulau Sentosa ini wajib turun di MRT HarbourFront. Dari MRT HarbourFrount, tinggal ikutin petunjuk jalan, pilih mau naik Sentosa Express atau jalan kaki via Sentosa Boardwalk (atau naik Gondola which is a no no for me because #sayangduitnya).

Kalau pilih cepat dan nyaman ya silahkan naik Sentosa Express. Untuk naik Sentosa Express gak bisa buat yang megang STP kayak aku karena si STP ini memang gak meng-cover perjalanan di Sentosa. Lain lagi kalau sebelumnya pilih beli pake eZlink, mungkin bisa tinggal tap dan top up lagi. Makanya karena aku pemakai STP kemarin, opsinya ya jalan menyusuri Boardwalk Sentosa. Cuma ternyata eh ternyataaa aku baru tau kalau Sentosa Express itu lagi bebas biaya sampai 31 Desember 2015, memperingati 50 tahun kemerdekaan Singapore. Hiks. Jadi setelah tahu bahwa naik itu gratis tis tis, aku bolak balik deh naikin si Sentosa Express itu.

But walking through Boardwalk was not so bad either. Sepanjang jalannya ada atap yang melindungi kami dari teriknya sinar matahari, ada travelator juga biar kaki ga perlu banyak-banyak melangkah, dan ada angin cepoi-cepoi juga lumayan buat ngeringin keringet. Hehe.

20151230_101236

20151230_101259

There, still out of the reach

20151230_102426

Now this is closer

Tadinya mah mau jalan ke pantai dulu karena masih pagi dan pastinya enak buat jalan-jalan pinggir pantai karena matahari masih belum terik. TE-TA-PI, kita malah nyasar dan malah muter-muter Resort World doang akibat engga tau bahwa kita harus naik si Sentosa Express (yang gw pikir bayar tapi ternyata hratis itu) buat menuju ke Beach Station.

Buat yang lagi cari info: yes, total empat stasiun utama di Sentosa yaitu 1) Sentosa Station: ini stasiun titik awal dari HarbourFrount, 2) WaterFront Station: Resort World Sentosa (USS, Trick Eye Museum, Madame Tussauds, S.E.A Aquarium), 3) Imbiah Station: Sentosa Merlion dkk, 4) Beach Station: Pantai Siloso dan Palawan. Buat yang muslim dan mau cari tempat solat di Sentosa, silahkan ke area parkir Beach Station, (dari exit langsung aja ke eskalator bawah), akan ada petunjuk atau logo tangan berdoa yang menandakan adanya musola.

20151230_140628

Prayer Room. Ruang sholat untuk pria dan wanita terpisah. Yang difoto itu ruang sholat untuk wanita

Cukup dengan informasi tambahannya. Akhirnya jadwal kami pun berubah, yang tadinya mau ke pantai dulu baru ke Aquarium, berubah jadi ke Aquarium duluan.

S.E.A Aquarium di Resort World Sentosa, Singapore

S.E.A Aquarium di Resort World Sentosa, Singapore

Begitu masuk ke area S.E.A Aquarium kita berpapasan dulu dengan Maritime Experiental Museum, menelusuri kebudayaan Maritim yang ada di Asia. Itu yang di belakang si Abi adalah replika dari Kapal Harta Laksamana Cheng Ho, yang isinya bisa dilihat begitu kita jalan ke arah Aquarium yang ada di bawah. Here’s a little peek:

20151230_110420

Bagian belakang dari kapal harta Laksamana ChengHo

20151230_110008

Walk along this Maritime Experiental Museum to go to the Aquarium

20151230_112040

Got to see a fish feeding time.

20151230_112340

Colorful fishes

20151230_113623

Nemo and Dori

20151230_114456

I call this Ikan Badak. Look at its thorn

20151230_115022

Stingray. I feel like watching a Gundam movie. Hehe

Dan lagi-lagi saya baper liat ikan-ikan yang terkurung di dalam aquarium ini. Apakah mereka ga ngerasa kesempitan hidup di tempat terbatas seperti ini? Apa mereka nggak stress? Apalagi kalau di akuarium macam ini kan pasti makanan serba dijatah, apa mereka kenyang? Dan sekali lagi saya ikut memikirkan hakikat kehidupan dari sekumpulan ikan. #sigh

Puas keliling dan pusing mikirin hakikat hidup para ikan yang ada di akuarium, aku dan Aby beranjak jalan lagi ke area pantai. Akhirnya setelah mendapat pencerahan dari petugas Sentosa, naiklah kita ke Sentosa Express dan langsung turun di Beach Station. Setelah sholat, kita cobalah itu kelilingin pantai. Cuma ya boooo’ akibat panas terik menerjang dan kita juga mulai lelah jalan kaki, naiklah kita sentosa tram. Jangan ditanya pantainya, masih lebih cantik pantai-pantai di wilayah Indonesia tercinta cyiin. Marketing Singapura memang oke punya, pantai standar ala Ancol begitu aja bisa terkesan uwow banget buat yang belum pernah berkunjung ke sana.

Turun dari tram dan bersiap balik ke Harbourfrount, oleh-oleh belanjaan popcorn yang kutitip di Abi ternyata ketinggalan di tram. Pas di track back, lenyap sudah. Mana belum sempet diicip pula. Hiks. Setelah mencoba mengikhlaskan kehilangan itu, kita mampir makan di Malaysian Food Stall dan lagi-lagi, si Abi memesan Nasi Lemak. Ck ck… Gw sendiri hilang napsu makan di Sentosa.

Setelah makan, kita kembali ke Vivo City, dimana MRT HarbourFrount berada. Mampir sejenak tea time dulu di Fruit Paradise, enjoying their Tea Set. Aimaaak bandel juga eijke belom makan malah ngisi perut pake fruit cake doang dan teh camomile. Dan walhasil bandel inilah yang menjadi malapetaka di malam harinya.

IMG_20151230_163705

Fruit Paradise Cafe, Vivo City

IMG_20151230_165122

Mix Fruit Cake Set (with tea), SGD 9.80++ (dan baru tau kalo ternyata mengandung alkohol. hiks)

Selepas belagu, we’re moving to Singapore’s iconic Merlion Statue. Setelah liat petunjuk jalan sana sini (sebagian besar sih nyari panduan dari internet), sampailah kami di Merlion Park. How to get to Merlion Park? Intinya sih:

1) Naik MRT turun di Raffles Place MRT Station, ambil exit ke United Overseas Bank (UOB) Plaza.

2) Begitu sudah keluar dari bawah tanah alias udah di area luar stasiun, belok kanan dan Singapore River pun terlihat. Susuri jalan ke arah kanan, lurus terus sampai ketemu Fullerton hotel (lewatin cafe dining Fullerton Hotel juga),

3) Setelah lihat Fullerton Hotel, ada jalan besar dan jalan ke arah intersection/perempatan besarnya.

4) Seberang ke arah bangunan bertuliskan One Fullerton dan turuni tangga. Begitu turun tangga akan terlihat Marina Bay Sands Hotel di seberang sungai, sementara kita tinggal belok kiri untuk sampai ke patung singa Merlion. Ribet? Iya ember. Tapi begitu ketemu si Merlion satu ini langsung puas deh, kayak ada pencapaian tersendiri akhirnya berhasil bisa foto-foto di tempat paling iconic se-Singapur. Hehe

20151230_181223

Yess si Merlion lagi nyemburr

Next, heading back to Lavender and melipir beli Nina Ricci dulu di Mustafa Center. Di sini ini, bandelku nge-skip lunch tadi mulai berakibat kepala nyut-nyutan parah. Begitu sampai di hostel, maksud hati pengen segera makan malam tapi apa daya sakitnya udah menusuk-nusuk dan bikin tepar, nggak sanggup lagi buat ngapa-ngapain selain rebahan di kasur. Nitip ke Abi buat beliin makan di food court depan dan obat sakit kepala di convenient store sebelah hostel. Disinilah berasa sekali bahwa SEHAT ITU MAHAL, saudara-saudara!! Obat sakit kepala isi 16 tablet begini aja harganya SGD 10 alias hampir 100 ribu rupiah!! AAAAAGGGHH suer deh nyesel dan kesel kenapa pake kelupaan bawa obat dari Indo. Hiks. Perampokan!

IMG_9237

Iye. 16 tablet 100ribu cyiin.. Udah sakit pala, sakit pula ini hati. Hiks.

Abis minum obat, aku pun terkapar dan kebangun jam 2 pagi waktu setempat. Bangun-bangun alhamdulillah sakit kepala mereda dan aku paksain buat makan biar perut isinya nggak gas semua dan biar pas bangun paginya bisa fit lagi karena tanggal 31 Desember itu bakalan sampai dini hari banget schedulenya. Jadi berbekal tekad itulah akhirnya ditutuplah hari ketigaku di Singapur dengan sedikit kepahitan di akhir hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s