Little Adventure: Hutan Mangrove PIK (Pantai Indah Kapuk)

Berawal dari usulan Bu Diah supaya grup liqo kami ada acara jalan-jalannya, hasil dari kesepakatan akhirnya kita berangkatlah ke hutan mangrove PIK. Sesuai namanya, lokasinya ada di Pantai Indah Kapuk. Berhubung kemarin pakai transportasi pribadi, dari Depok tinggal mengakses jalur JORR dan lurus terus sampai exit Pantai Indah Kapuk. Keluar dari Exit Tol, tinggal ikuti petunjuk jalan untuk sampai ke Wisata Alam Hutan Mangrove PIK.

20160109_075007

Belakang, Kiri-kanan: Azy, Muti, Mia; Depan, Kiri-kanan: Tika, Dina

Rencana kami memang sampai sana pagi hari, jadi berangkat dari Depok sekitar jam setengah 8 dan alhasil sekitar jam 9 pun sudah tiba di lokasi. Biaya masuk IDR 25 ribu untuk orang dewasa (untuk anak kecil dan wisatawan asing ada tarif masuk tersendiri, aku lupa). Dan karena masih pagi, pengunjung pun masih sepi dan kami berhasil dapat lokasi parkir yang adem, alias ada atapnya.

Kami mampir sebentar ke Masjid Al Hikmah yang berada dekat dengan loket penjualan tiket masuk buat sholat dhuha dan sedikit acara muhasabah antar anggota liqo kami. Ya, masya Allah juga bisa dapat masukan dari temen-temen liqo tentang kelebihan dan kekurangan diri aku.

20160109_083857

20160109_083921

Keliatan adem banget ya.. Ngademin hati banget suasananya

20160109_092538

Nebeng sebentar buat dhuha dan muhasabah bareng-bareng

and here’s what they said about me, hasil dari muhasabah bareng tadi:

20160207_210900

That’s pretty summarized me.

Abis selesai muhasabah, gak afdhol kalo gak foto-foto. Aimak adem banget mesjidnya. Nuansa kayu, kolam dan tanaman mangrove-nya bikin kalem, cakep!

20160109_084053

Self-proclaimed “Three MissKetirs” since we’re still jittery about finding our own soulmate. #geli #geli

Begitu masuk area wisata utama, jangan harap deh bisa jeprat-jepret pakai kamera DSLR. Kemarin si Muti nantangin banget masih ngebawa kamera DSLR-nya terus nanya ke petugas penjaga tiket masuknya,

“Boleh kan pak bawa kamera gini (DSLR)”

“Boleh neng, tapi bayarnya 1 juta rupiah.” dan segeralah itu DSLR dibalikin lagi masuk ke mobil. and then ada si Miul yang nimpalin random

“Shooting prewed disini aja kali ya. Bayar tempatnya murah, sejuta doang lo udah puas jeprat jepret.” Hahaha bayar IMK, Izin Membawa Kamera.

What to expect in this place:
– Jalan-jalan, foto-foto, tanaman mangrove, naik perahu/kano,  ada tempat penginapannya juga buat yang mau bemalam disini, couple, couple everywhere

20160109_095409

20160109_101613

Pemandangan dari salah satu menara pengawas: Yayasan Sekolah Buddha Tzu Chi

20160109_095754

“날 잡아봐~~~~라~~”

20160109_100014

Biayanya 500 ribu untuk aktivitas menanam tumbuhan bakau disini beserta papan namanya.

20160109_100118

20160109_100400

Ya menurutku standar lah apa yang bisa dilakukan di lokasi ini. Kalau tujuannya untuk jalan-jalan, ya lumayanlah menikmati jalan-jalannya dan jeprat jepret dengan background kekayuan dan pohon-pohon hijau yang menentramkan. Untuk kebersihan dan perawatan tempatnya masih bisa ditingkatkan lagi. Karena jujur aku masih sangat sangat ter-influence perjalanan ke Singapur seminggu sebelumnya, dimana yang namanya bersih itu udah jadi suatu kenormalan di setiap tempat untuk bebas dari sampah berceceran. Sayang sekali kalau tempatnya sudah refreshing sekali seperti itu tapi perawatan kebersihannya masih kurang.  Oiya, meski banyak pohon, area wisata mangrove ini tetep terik jadi aku tetap sedia suncream biar kulit ga makin geseng  terpapar bahaya sinar UV #sokbeeeeuuut.

20160109_103106

Tempat wisata Hutan Mangrove PIK ini juga menawarkan wisata air. Iya, keliling area hutan bakau via transportasi air. Harga paket dibanderol mulai IDR 100,000 untuk kano atau perahu dayung, IDR 300,000 untuk boat bermesin kapasitas penumpang 6 orang, dan IDR 400,000 untuk kapasitas 8 orang. Karena kemarin kita jumlahnya ber-7 dan cuaca juga terik, jadilah kita sewa boat kapasitas 8 yang beratap biar terbebas dari terik matahari. Untuk durasi perjalanan kurang lebih 20-25 menit mengitari area air di hutan bakau dan expect to see biawak-biawak kecil juga. Kolaborasi air dan pohon bakau yang hijau juga meng’adem’kan perjalanan kami. Hanya saja lagi-lagi  masih dikecewakan wisatawan tidak peduli lingkungan yang masih berkontribusi dalam membuang sampah ke area sungainya sehingga kualitas pemandangan selama perjalanan pun menurun. Kesel banget kalau ketemu wisatawan nggak bertanggung jawab kayak gitu. Apa susahnya sih paakkk/buu/mas/mbak/dek disimpen dulu bekas makanan punya situ sampai ketemu sama tempat sampah? #grrr (teteepp jiwa tukang complaint-nya keluar).

Selesai naik boat, rombongan kami pun mengakhiri tamasya keliling taman wisata mangrove PIK. Buat aku pribadi sih cukup murah meriah. Karena rame-rame juga kali yaa soalnya kan biaya yang cukup besar bisa ditanggung bersama (kayak naik perahu sama transportasi PP ke lokasi). Alhamdulillah dana patungan masing-masing orang Rp 150,000 kayak aku kemarin untuk ber-7 orang bisa dapat maksimal jalan-jalan menikmati Taman Wisata Alam Mangrove PIK. Aih, jadi kepengen short trip lagi rame-rame.

Faces, faces everywhere

Faces, faces everywhere

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s