Saving Up

Sedari kecil dulu aku paling suka yang namanya nabung. Cuma ya anget-angetan aja nabungnya, kalau lagi ada kepengenan aja yang mau dibeli. Ya kayak komik atau majalah anime pas jaman SMP dulu, atau CD kaset artis idola pas jaman SMA-kuliah #buka_aib. Tapi memang ada kepuasan batin tersendiri sih kalau bisa beli barang hasil ngumpulin ‘pendapatan’ yang pada awalnya memang nggak seberapa, tapi pas udah dikumpulin, tau-tau bisa kebeli deh barang yang dipengen. Atau biasanya aku mah puas aja gitu hanya dengan melihat jumlah saldo di buku tabungan ada banyak. Hahaha

Seharusnya kesadaran akan menabung sejak dini alias sejak mulai berpenghasilan ditanamkan dari awal-awal mulai kerja. Mulai awal itu aku harusnya udah buat tabungan tersendiri buat perencanaan masa depan. Lha kemarin iki malah bablas, terlena, terbuai, mentang-mentang nggak ada tanggungan jadi wassalam sebagian duit cuma kebuang ke toilet. Setahun setelah mulai kerja, mulai deh keranjingan sama traveling. Sayangnya minat travelingku termasuk yang belagu: “Kenapa lo milih (destinasi) yang deket kalau ternyata (destinasi) yang jauh bisa lebih murah dan punya atmosfer yang berbeda dari tempat lo biasa tinggal dan bikin liburan lo lebih nyaman?” Yaa kurang lebih gitu sih prinsip pemilihan destinasinya, meski nggak menutup kemungkinan akan destinasi-destinasi dekat lain sih. Intinya ya sekarang ini sedang hobi jalan-jalan,

Nggak ada salahnya dengan aku hobi jalan-jalan ini. Yang kusesali ya tadi itu, harusnya dari awal aku sudah berupaya mengalokasikan lebih banyak buat traveling ini. Toh selagi masih single dan masih belum ada tanggungan apapun, nggak salah dong aku investasi buat koleksi pengalaman pribadi? Ya harapannya biar anak cucu nantinya bisa ikut terinspirasi kan? *duile anak cucuuuu* Ya misalnya nanti aku berumah tangga dan mengabdikan waktu dan tenagaku buat keluarga, me-time buatku pun nggak akan sebanyak sekarang ini. Jadi di saat inilah harusnya aku banyak-banyakin ngejalananin hobi traveling, atau nggak nabung supaya nantinya tetap bisa mandiri mewujudkan hobi tanpa bergantung ke suami. Kalau masih bisa kerja ya Alhamdulillah, tapi kalau disuruh di rumah aja kan harus dipersiapkan dari sekarang supaya nggak cuma bisa gigit jari. Hehe

Untuk saat ini Alhamdulillah aku masih bisa saving sampai 50% dari gaji. Untungnya aku juga bukan tipe yang konsumtif banget sama barang-barang, tapi termasuk bisa jor-joran juga kalau memang lagi mau dan itupun frekuensinya juga jarang. Untuk sekarang aku lagi coba layanan tabungan autodebit dari bank B*I, jadi akun tabungan itu nggak akan diganggu gugat sampai habis masanya dua tahun lagi. Aku juga lagi coba nerapin sistem nabung yang pernah aku baca di salah satu blog (ahhh lupa linknya). Jadi jumlah hari di tiap minggu itu kita kalikan dengan minggu ke-n tersebut kemudian dikalikan 1,000. Untuk tahun 2016 kurang lebih seperti ini:

Saving Scheme

Lumayan dong, di akhir tahun ada ‘dana segar’ yang bisa dipakai kalau darurat di kemudian hari? Atau anggaplah buat bonus, siapa tau mau dipakai buat beli gadget atau nambah-nambahin modal jalan-jalan? Hehehe. SEMANGAT NABUNG!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s