Balada Sakit Gigi dan RS Krakatau Medika

Kalau menurut lagu sakit giginya Almarhum Meggy Z, katanya masih lebih mending sakit gigi daripada sakit hati.
Tapi buat saya saat ini, dibanding sakit hati yang pernah saya alami kemarin-kemarin, sakit gigi kali ini lebih menyiksa berpuluh-puluh kali!!

Sudah tepat seminggu sejak gigi geraham atas sebelah kanan ini nyut-nyut. Awalnya cuma berasa gatal sekali-kali dan Sabtu minggu lalu baru berasa sakitnya sampai ke kepala. Setelah lapor ke mbeb-ssi, langsung disaranin minum Cataflam buat meredakan sakitnya. Si Cataflam ini memang obat anti nyeri sih, dan efeknya juga cukup cepat menghilangkan sakit nyut-nyut di gigi yang terasa sebelumnya, meskipun cuma sementara. Beli di apotik dekat komplek rumah di Depok sebutir harganya Rp 9,000.-, di apotik Kimia Farma Cilegon cuma Rp 71,500.- untuk 10 butir (bukan promosi). Setelah minum obat dan bisa mikir kenapa gigi geraham atas kanan ini bisa sakit, saya sok-sok menduga bahwa tambalan gigi tersebut lepas. Padahal baru April lalu sempat ke dokter gigi dan minta untuk ditambal. Sekarang entah lubang di giginya yang membesar atau memang tambalannya yang kurang oke waktu itu.

Berhubung sadar sakitnya sudah hari Sabtu malam dan pastinya akan jarang sekali dokter Poli Gigi yang bertugas di waktu-waktu itu, akhirnya saya menahan diri dan minta rekomendasi dokter gigi Cilegon yang kinerjanya cukup oke dari rekan-rekan kerja saya di Cilegon. Okelah saya lalu dapat nama dokternya, bisa untuk ditemui di klinik Bona Medika dan juga buka praktik di RS Krakatau Medika Cilegon. Dari teman saya yang pernah berobat ke dokter tersebut merekomendasikan untuk bertemu dan berobat di klinik saja karena lebih privat dan antriannya tidak sebanyak di rumah sakit. Tapi setelah saya kontak ke kliniknya, saya harus buat appointment terlebih dahulu, meninggalkan nama, alamat dan no. telpon untuk kemudian dihubungi kembali oleh asistennya. Kemudian saya pikir karena ini sakitnya udah gak bisa ditunda-tunda lagi, dan masa masih harus menunggu ketidakpastian untuk ditelpon dari pihak kliniknya, saya akhirnya memutuskan untuk ke RS tempat beliau praktik saja.

Hari Senin saya tiba di RSKM, daftar pukul 17:45 dan meletakkan nomor pendaftaran saya di nurse station poli gigi yang tidak dijaga oleh seorangpun. Alhasil saya juga belum tahu dapat urutan berapa saya untuk konsultasi dengan dokter spesialis bedah mulut (selang 2 jam kemudian saya baru tahu nomor urut saya itu 13). Saat itu pukul 18:00 dan nomor urut pasien masih di nomor 7, lalu ke 8 dan ke-9. Pukul 18.25 dokter izin untuk solat dan antrian dihentikan sampai jam 19.30!! Begitu antrian dimulai pun, nomor urut pasien kembali lagi ke 5, dilanjutkan dengan nomor urut 6. Saya sendiri baru dapat bertemu dokter sekitar pukul 20:30 dan mengira akan langsung bisa dicabut hari itu juga. Tapi ternyata tidak, saya harus ambil panoramic scan gigi saya terlebih dahulu, supaya dokter dapat lebih pasti dalam mendiagnosis. Saya pikir okelah, biar saya juga tahu kondisi gigi saya seperti apa. Pukul 20:45 saya ke unit Radiologi dan menyerahkan hasil rontgen gigi saya ke dokter. Setelah dilihat, memang gigi geraham atas kanan saya itu mahkota giginya agak menusuk ke arah pipi, dan memang ada lubang juga di gigi tersebut. Tapi berhubung gigi saya juga masih sakit dan saya sedang dalam pengaruh obat anti-nyeri, dikhawatirkan anestesinya tidak akan sempurna jika pencabutan gigi dilakukan malam itu juga. Dokter menyarankan agar saya kembali lagi hari Kamis sambil beliau meresepkan obat untuk saya.

Dan tahapan penebusan obat inilah yang sering buat saya emosi. Saya dapat nomor antrian pukul 21.13 dan baru dapat mengambil obat saya pukul 21.55 !!!! Padahal itu bukan jenis obat yang diracik, jadi sebenarnya apa sih yang bikin lama proses tebus obat di farmasi rumah sakit itu? Harusnya layanan RS, layanan kesehatan masyarakat itu gerak cepat, bukan lelet dan lama macam ini! Apa mesti tunggu orang sekarat dan berdarah-darah dulu baru dilayani dengan gesit dan cepat? Orang lagi sakit bukannya dijaga emosinya biar stabil, malah dibuat makin emosi. Juara sekali lah, mindset orang-orang itu.

Hari Kamis, sengaja saya izin pulang cepat dari kantor untuk daftar dan ambil nomor antrian terlebih dulu sebelum dokter mulai praktek jam 17.00. And you know what I got when I tried to register?
“Pendaftaran dokternya udah tutup mba, hari Kamis kuotanya hanya 10 orang saja”
Please mba, tapi ini saya ada jadwal cabut gigi hari ini sama dokternya.”
“Nggak bisa mba. Udah full.”

WHAT THE HELL. Saat itu pengen banget rasanya banting foto rontgen gigi di depan mba-mba pendaftarannya. Emosi banget! Udah bela-belain nunggu 3 hari buat dicabut penderitaan sakit giginya, tapi habis itu dihempas jauh. Dokternya juga, nggak ada kasih tahu kalau hari Kamis cuma buat 10 orang. Lu pikir gue langganan berobat sama lu jadi tau jadwal-jadwal dan kebijakan-kebijakan absurd begitu? Ugh! Akhirnya cukup tau aja sih dan jadi memantapkan hati buat janji nggak akan gue berobat ke RSKM, bahkan saat terpaksa pun saya nggak sudi! Pelayanannya lama dan maaf ya docs, bahkan diagnosa dokternya pun sering meleset atau nggak tepat (ini hasil pengamatan saya menemani para expat perusahaan berobat di RSKM dan ngobrol-ngobrol dengan para Supervisor di plant). Jadi apa kesimpulannya? Sampah. RSKM (pelayanannya) sampah. Saat ini harapan dan doa saya cuma satu, semoga nanti saat lahiran bisa di rumah sakit yang pelayanannya jauh lebih baik daripada RSKM. Amin…
Bisa sakit jiwa rasanya kalau lahiran di sana.

Akhir kata, untuk balada sakit gigi ini masih bersambung. Minggu depan saya mau coba ke dokter RS di Depok, semoga masih lebih baik dibandingkan disini.
Tulisan ini hanya menampung curahan hati dan memang bermaksud menyinggung pihak-pihak terkait. Tolong jadikan alat bantu introspeksi untuk peningkatan mutu pelayanan ke depannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s