Persiapan Pernikahan: Pemilihan Gedung

Persiapan pernikahan.
Ngeri banget euy nulis judulnya.
Tapi akhirnya saya kesampaian juga merasakan tahapan ini dan bersyukur banget banget sama Allah SWT sudah diberikan kesempatan yang seperti ini. *Serasa #수상소감 kepada pemirsa*

Baiklah, skip the bacots dan mulai sharing-nya aja.
Setelah resmi dikhitbah 8 Juli lalu (3 Syawal 1437 H), akhirnya saya dan bapak gerak cepat cari gedung. Sebenarnya gampang-gampang susah juga sih cari gedung, tapi yang terpenting syarat utama gedung harus yang jaraknya tidak jauh dari rumah kami di Depok dan aksesnya mudah. Ini semua mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu juga, yang masih sulit jika beliau dibawa perjalanan panjang (mempertimbangkan kemacetan di daerah ibukota dan sekitarnya). Sayangnya, gedung atau tempat-tempat di Depok yang biasanya dijadikan tempat resepsi pernikahan rasa-rasanya masih tidak memadai dari segi fasilitas, entah itu kapasitas gedung atau lahan parkir yang terlalu sempit. Jadi ya.. saya pun sama sekali gak melirik gedung-gedung di Depok, sehingga pada akhirnya kami dapat dua kandidat: Gedung Balai Komando Cijantung, dan Gedung ANTAM.

Sebelum dilamar pun, saya sebenarnya sudah pernah lihat-lihat Gedung Balai Komando Cijantung (dan bahkan sudah booking tanggal! hahaha). Gedungnya bagus, dari luar terlihat klasik, area parkirnya cukup luas, lokasinya juga cukup oke, dekat dari akses tol JORR dan berada di kompleks militer, jadi cukup berasa ‘eksklusif’nya. Dalam gedungnya sendiri saya cukup dibuat lega karena memang luasss… Serasa ada di dalam Balairung UI versi mini kali ya. Hehe… Cukup untuk kapasitas kurang lebih 1200 orang. Mungkin ini ya yang dinamakan love at the first sight karena setelah selesai lihat-lihat si gedung Balkom ini, saya sudah ga terlalu minat lagi sama gedung ANTAM. Berdasarkan kondangan-kondangan sebelumnya, menurut pribadi sih (dan masukan dari calon juga) ANTAM masih kurang luas dibanding Balkom. Jadi… bye ANTAM.

Btw mari kita lihat penampakan isi gedung Balkom yang sempat saya abadikan waktu lihat-lihat kemarin. Continue reading

Advertisements